
Surabaya, 25 Februari 2026; Semangat pelayanan misionaris di Kongregasi Salesian, kini semakin berwarna dengan “Kehadiran FMA di Surabaya”, atau Kongregasi Putri-Putri Maria Penolong Umat Kristiani. Setelah melalui proses koordinasi dan discernment yang panjang sejak 2023, para Suster FMA, kini secara resmi memulai karya pastoralnya di Kota Pahlawan. Kehadiran para suster ini difokuskan pada pendampingan kaum muda dan umat di wilayah Paroki Santo Mikael, Tanjung Perak.

Kehadiran ini, ditandai dengan pertemuan resmi dengan Bapak Uskup: Mgr. Agustinus Tri Budi Utomo; Sekretaris Keuskupan: RD. Paulus Febrianto dengan Pastor Paroki St. Mikael Tanjung Perak: Pastor Andreas Calleja, SDB; utusan Pimpinan Umum FMA sekaligus Dewan Kunjungan FMA se-Asia: Sr. Maria Assunta Sumiko Inoue, FMA; Suster Provinsial FMA TIN: Sr. Evangelina da Costa Xavier, FMA; Pimpinan Komunitas Regina Pacis Jakarta: Sr. Maria Fe Silva, FMA dan ketiga Suster yang tinggal di Tanjung Perak: Sr. Domingas da Costa, FMA; Sr. Ingracia Afonso Gama, FMA dan Sr. Novia Lestari Daeli, FMA dan perwakilan Yayasan Sekolah, Ibu Emy Anggraini. Setelah itu, penerimaan resmi dengan Dewan Pastoral Paroki St. Mikael yang di awali dengan Perayaan Ekaristi, Pesta St. Luis Versiglia dan Callisto Caravario, misionaris dan martir Salesian, dengan intensi misa syukur atas kehadiran FMA dan dilanjutkan dengan ramah tamah. Fokus pelayanan ini, sejalan dengan kharisma Salesian yakni memberikan perhatian khusus pada pembinaan karakter dan spiritualitas generasi muda, dengan menggunakan semangat SISTEM PREVENTIF, dari Pendiri Kongregasi, St. Yohanes Bosco.
Dalam perjalanannya, rencana kehadiran ini telah mendapatkan restu penuh dari Bapak Uskup, para Suster telah melakukan serangkaian persiapan, termasuk penyiapan dokumen resmi dan koordinasi tempat tinggal sementara di Surabaya guna mendukung kelancaran misi kami. Dengan dimulainya karya resmi pada hari ini, 25 Februari 2026, berharap Kongregasi FMA dapat memberikan kontribusi nyata dalam gerak pastoral keuskupan, khususnya di wilayah Paroki St. Mikael-Tanjung Perak. Kehadiran kami, menjadi wujud nyata dari harapan Gereja lokal untuk semakin memperkuat pendampingan iman bagi kaum muda di tengah tantangan zaman digital. St. Maria Troncatti, sebagai pelindung rumah FMA di Surabaya, bersama dengan misionaris ini, menaruh kehadiran FMA sebagai Ibu, Misionaris Perdamaian dan Rekonsiliasi. Serta Bunda Maria Penolong yang senantiasa menjadi Ibu, Guru dan Pelindung Institut.
Terimakasih banyak untuk doa dan dukungan dari setiap orang yang mengambil bagian, hingga proses kehadiran FMA boleh diwujudkan hari ini.
Sr. Novia Lestari Daeli, FMA


