sabato, Settembre 26, 2026
No Result
View All Result
FMA Timor Leste
Advertisement
  • HOME
  • Destake
    • FMA News
    • Husi Kreda
    • Família Saleziana
  • Sé mak ami
    • Institutu
      • Kona-ba ami
      • Fundadór sira
        • Don Bosco
        • Madre Mazzarello
      • Husi Madre Jerál
      • Obra sira
    • Provinsia
      • FMA TIN
      • Husi Provinsiál
      • Programa Provínsia TIN
    • Komunidade
      • Komunidade Sira
      • Timor-Leste
      • Indonesia
  • Animasaun no Governasaun
    • Adminstrasaun
    • Pastorál Juveníl
    • Formasaun
    • Misaun Ad Gentes
    • Família Saleziana
    • Komunikasaun Sosiál
  • Edukomunika
    • Karizma
    • Edukomunika ohin
    • Ekolojia
  • Liturjia
    • Tinan A
    • Tinan B
    • Tinan C
  • Vida Sarani
    • Ha’u fiar
    • Na’i-Feto
    • Santu/a no Beatu/a
  • Rekursu
    • Bíblia
      • Testamentu Foun
      • Lectio Divina
      • Aprofundamentu bíbliku
      • Formasaun bíblika
    • Vida Konsagrada
      • Dokumentu Vida Konsagrada
      • Formasaun Vida Konsagrada
    • Kreda
      • Dokumentu Amu-Papa
      • Dokumentu Kreda nian
      • Formasaun litúrjika
      • Katekeze Tinan Fiar nian
    • Dokumentu FMA
      • Dokumentu Propriu Institutu FMA nian
      • Fonte
      • Renovasaun Vitál
    • Formasaun FMA
      • Formasaun Inisiál
      • Formasaun Kontínua
    • Sirkular
    • Orasaun
      • Adorasaun
      • Don Bosco
      • Kuarezma
      • Madre Mazzarello
      • Maria
      • Pentekostes
      • Retiru
      • S. José
      • Sagrado Coração de Jesus
      • Salmu sira
    • Espiritualidade Saleziana
      • Dimensaun Mariana
      • Don Bosco
      • Maria Mazzarello
      • Reitór-Mor
      • Santidade iha Família Saleziana
      • Sistema Preventivu
    • Pastorál Juveníl
      • Animadór 2013
      • Animadór 2014
      • Animadór 2015
      • Enkontru vokasionál
      • Oratóriu
        • Tinan 2013
        • Tinan 2014
        • Tinan 2015
        • Tinan 2016
        • Tinan 2021
  • Tatoli
  • Galeria
    • Photo
    • Video
    • Audio
  • HOME
  • Destake
    • FMA News
    • Husi Kreda
    • Família Saleziana
  • Sé mak ami
    • Institutu
      • Kona-ba ami
      • Fundadór sira
        • Don Bosco
        • Madre Mazzarello
      • Husi Madre Jerál
      • Obra sira
    • Provinsia
      • FMA TIN
      • Husi Provinsiál
      • Programa Provínsia TIN
    • Komunidade
      • Komunidade Sira
      • Timor-Leste
      • Indonesia
  • Animasaun no Governasaun
    • Adminstrasaun
    • Pastorál Juveníl
    • Formasaun
    • Misaun Ad Gentes
    • Família Saleziana
    • Komunikasaun Sosiál
  • Edukomunika
    • Karizma
    • Edukomunika ohin
    • Ekolojia
  • Liturjia
    • Tinan A
    • Tinan B
    • Tinan C
  • Vida Sarani
    • Ha’u fiar
    • Na’i-Feto
    • Santu/a no Beatu/a
  • Rekursu
    • Bíblia
      • Testamentu Foun
      • Lectio Divina
      • Aprofundamentu bíbliku
      • Formasaun bíblika
    • Vida Konsagrada
      • Dokumentu Vida Konsagrada
      • Formasaun Vida Konsagrada
    • Kreda
      • Dokumentu Amu-Papa
      • Dokumentu Kreda nian
      • Formasaun litúrjika
      • Katekeze Tinan Fiar nian
    • Dokumentu FMA
      • Dokumentu Propriu Institutu FMA nian
      • Fonte
      • Renovasaun Vitál
    • Formasaun FMA
      • Formasaun Inisiál
      • Formasaun Kontínua
    • Sirkular
    • Orasaun
      • Adorasaun
      • Don Bosco
      • Kuarezma
      • Madre Mazzarello
      • Maria
      • Pentekostes
      • Retiru
      • S. José
      • Sagrado Coração de Jesus
      • Salmu sira
    • Espiritualidade Saleziana
      • Dimensaun Mariana
      • Don Bosco
      • Maria Mazzarello
      • Reitór-Mor
      • Santidade iha Família Saleziana
      • Sistema Preventivu
    • Pastorál Juveníl
      • Animadór 2013
      • Animadór 2014
      • Animadór 2015
      • Enkontru vokasionál
      • Oratóriu
        • Tinan 2013
        • Tinan 2014
        • Tinan 2015
        • Tinan 2016
        • Tinan 2021
  • Tatoli
  • Galeria
    • Photo
    • Video
    • Audio
No Result
View All Result
FMA Timor Leste
No Result
View All Result

Santa Maria Goretti: “Lebih Baik Mati daripada Berbuat Dosa”

by admin
06/07/2023
in Santu/a no Beatu/a
Share on FacebookShare on TwitterEmail

6 Juli

SANTA MARIA GORETTI

“……Para remaja terkasih, yang dicintai secara istimewa oleh Yesus dan oleh kami semua, katakanlah, maukah kalian bertekad -dengan bantuan rahmat Ilahi- untuk dengan tegas menolak segala macam godaan yang dapat menodai kekudusan kalian…….?” (Homili Paus Pius XII pada upacara Kanonisasi St. Maria Goretti, 24 Juni 1950).

Berbagai macam pikiran dan perasaan berkecamuk menjadi satu dalam diri Assunta Goretti, ibunda St. Maria Goretti, ketika ia mendengarkan homili yang disampaikan oleh Paus Pius XII pada upacara kanonisasi puterinya. Lamunannya membawa Assunta kembali ke masa-masa yang silam.

Maria Goreti dilahirkan pada tanggal 16 Oktober 1890 di Corinaldo, Italia. Luigi Goretti, ayahnya, seorang petani miskin. Pada tahun 1899, pasangan Luigi dan Assunta Goretti beserta keempat anak mereka yang masih kecil: Angelo, Maria, Marino dan bayi Allesandro, meninggalkan Corinaldo dalam usahanya mencari penghidupan yang lebih baik.

Di tengah perjalanan mereka mendengar kabar tentang tanah pertanian milik Count Mazzoleni di Ferriere yang hendak disewakan. Mereka menuju ke sana dan Luigi Goretti diterima bekerja sebagai petani bagi hasil di pertanian. Tanah pertanian itu telah lama dibiarkan terbengkalai, maka Luigi harus bekerja keras untuk membangunnya kembali. Kerja keras tanpa henti menyebabkan Luigi akhirnya jatuh sakit dan tidak dapat bekerja sama sekali. Saat panen tiba dan Count Mazzoleni datang meninjau, tanahnya baru sebagian saja yang telah dikerjakan. Mazzoleni amat marah dan tanpa mau mendengarkan penjelasan apa pun, ia mengirim Giovanni Serenelli dan Alessandro, putera bungsunya yang berumur sembilan belas tahun, untuk menyelesaikan pekerjaannya. Keluarga Serenelli tinggal bersama dalam rumah keluarga Goretti.

Giovanni ternyata seorang pemabuk. Ia cepat naik darah dan suka memaksakan kehendaknya. Alessandro berperangai buruk, suka bertengkar dan selalu cemberut. Ia biasa menghabiskan waktu di kamarnya yang terkunci dengan melihat-lihat majalah porno. Dinding kamarnya dipenuhi dengan gambar-gambar gadis berpakaian tidak sopan.

Sementara itu penyakit malaria yang diderita Luigi bertambah parah. Setiap malam isteri beserta anak-anaknya berlutut di sekeliling tempat tidurnya dan berdoa. Luigi menyesali kepindahannya ke Ferriere. Ia membisikkan pesannya yang terakhir kepada Assunta: “Kembalilah ke Corinaldo”  Akhir bulan April 1902 Luigi Goretti meninggal dunia. Sejak itu setiap malam Maria akan mendaraskan Rosario bagi keselamatan jiwa ayahnya.

Dengan meninggalnya Luigi Goretti, hak atas rumah berpindah kepada Giovanni Serenelli. Giovanni mengijinkan Assunta beserta anak-anaknya tetap tinggal dan bekerja untuknya. Assunta ingin segera kembali pulang ke Corinaldo. Tetapi tidak terbayangkan olehnya seorang wanita dengan tujuh anak yang masih kecil-kecil dan tanpa bekal uang menempuh perjalanan balik sepanjang 200 mil. Oleh karena itu mereka tetap tinggal. Giovanni memerintahkan Maria, yang sekarang berumur sebelas tahun untuk mengerjakan semua pekerjaan rumah tangga sementara Assunta harus bekerja di ladang.

Beban berat yang ditanggung Maria menjadikannya lebih cepat dewasa dan matang dibandingkan dengan anak lain seusianya. Ia telah tumbuh menjadi seorang gadis cantik yang beriman dan saleh, serta tekun berdoa. Devosinya kepada Yesus serta ketaatannya kepada ibunya sungguh luar biasa. Nasehat ibunya terpateri kuat di dalam hatinya. “Kamu tidak boleh berbuat dosa, apa pun alasannya”.

Meskipun tidak dapat membaca dan menulis, Maria ikut pelajaran Katekumen dan beberapa bulan sebelumnya, yaitu pada tanggal 16 Juni 1901, ia telah menerima Komuni Kudusnya yang Pertama. Saat-saat menerima Komuni Kudus di gereja terdekat yang jaraknya dua jam perjalanan kaki itu sungguh amat membahagiakan hatinya.

Bulan Juli 1902. Assunta memperhatikan adanya perubahan pada perilaku puterinya. Sifat kanak-kanaknya sudah tidak tersisa lagi. Sinar matanya memancarkan kesedihan. Waktu doanya semakin panjang. Tubuhnya yang kecil bergetar dan air matanya mengalir. Telah beberapa waktu Alessandro Serenelli mengamatinya, mengganggunya serta mengejarnya dengan niat buruk. Ancaman Alessandro masih terngiang-ngiang di telinganya, “Jika kamu memberitahu ibumu, aku akan membunuh kalian berdua!”  Hanya dari doalah Maria memperoleh kekuatan dan kelegaan.

Hari Sabtu, tanggal 5 Juli 1902 kira-kira pukul setengah empat sore. Alessandro memanggilnya, “Marietta  (demikian para tetangga memanggil Maria), kemejaku robek dan perlu dijahit. Aku mau memakainya untuk pergi ke gereja besok. Aku letakkan di tempat tidurku.”

Kemudian pemuda itu keluar untuk mengurus sapi-sapinya. Tidak berapa lama, Alessandro meminta Assunta untuk menggantikannya.

“Saputanganku ketinggalan,” katanya. “Aku akan segera kembali.”

Sementara itu Maria duduk di lantai atas menjaga adik bayinya, Teresa, sambil menjahit baju Alessandro. Dari dapur Alessandro berteriak, “Marietta, datanglah kemari!”  Maria tidak mau. Maka Allesandro datang, mencengkeram lengan Maria, menyeretnya ke dapur, menekankan sebilah pisau belati ke lehernya dan mengunci pintu. Maria berteriak minta tolong, tetapi suaranya lenyap di telan mesin pengirik gandum.

Alessandro mengancam Maria untuk menuruti kehendaknya. Maria meronta sekuat tenaga dan berteriak, “Tidak! Tidak Alessandro! Itu dosa. Tuhan melarangnya. Kamu akan masuk neraka, Alessandro. Kamu akan masuk neraka jika kamu melakukannya!”  Karena Maria berontak, Alessandro menjadi kalap. Ia menikamkan belatinya ke tubuh Maria, sekali, dua kali, tiga kali dan terus berulang kali tanpa ampun. Melihat tubuh kecil itu kemudian rebah dengan wajah pucat pasi, Alessandro sangat ketakutan. Ia melemparkan pisaunya, masuk ke kamarnya serta mengunci pintunya.

Assunta kemudian mendapati Maria terkapar di lantai dapur bermandikan darah. Jeritan pilu yang nyaring segera terdengar.  Dengan berurai air mata Assunta bertanya kepada putrinya,

“Siapa yang melakukan ini padamu?”

“Alessandro, Mama”.

“Tetapi, mengapa nak?”, Assunta terisak.

“Sebab ia ingin aku melakukan dosa yang mengerikan dan aku tidak mau.”

Dengan kereta ambulans, Maria dilarikan ke rumah sakit di Nettuno. Para dokter mendapatkan empat belas luka tikaman serta banyak luka memar di tubuh yang kecil itu. Karena mereka mengoperasinya tanpa obat bius, Maria menderita kesakitan yang luar biasa hingga akhirnya tidak sadarkan diri. Dalam keadaan tidak sadar ia berulang kali berteriak, “Alessandro, lepaskan! Tidak, tidak, kamu akan masuk ke neraka! Mama, tolong…!!!”

Tags: Santa Maria Goretti
Previous Post

Halakan filafali ahi domin nian ba Maromak

Next Post

Santa Maria Goretti, virjen no mártir kastidade nian

Related Posts

Missa agradesementu ba Canonizasaun Santa Maria Troncatti, FMA.

Missa agradesementu ba Canonizasaun Santa Maria Troncatti, FMA.

by Redasaun

Missa agradesementu ba don Santidade nian ne’ebe Aman Maromak haraik ba Instituto Filhas de Maria Auxiliadora liuhusi Santa Maria Troncatti,...

Santa Misa no Kanonizasaun Beatu sira: Pier Giorgio Frassati & Carlo Acutis.

Santa Misa no Kanonizasaun Beatu sira: Pier Giorgio Frassati & Carlo Acutis.

by Redasaun

Omilia sua santidade Papa Leão XIV, Prasa São Pedro Roma, 7 Setembru 2025 Liafuan sira ne’e Papa koalia, laiha lista...

Festa Saun José nu’udar Beata Virjen Maria nia kaben

Festa Saun José nu’udar Beata Virjen Maria nia kaben

by Redasaun

19-marsu-2025 Dili- Timor-Leste ; Jose Mai husi desendente husi liñajen David nian too Jacob (Mt 1,16) no Eli (Lc 3,23),...

Copyright FMATIN© 2026 All rights reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • HOME
  • Destake
    • FMA News
    • Husi Kreda
    • Família Saleziana
  • Sé mak ami
    • Institutu
      • Kona-ba ami
      • Fundadór sira
      • Husi Madre Jerál
      • Obra sira
    • Provinsia
      • FMA TIN
      • Husi Provinsiál
      • Programa Provínsia TIN
    • Komunidade
      • Komunidade Sira
      • Timor-Leste
      • Indonesia
  • Animasaun no Governasaun
    • Adminstrasaun
    • Pastorál Juveníl
    • Formasaun
    • Misaun Ad Gentes
    • Família Saleziana
    • Komunikasaun Sosiál
  • Edukomunika
    • Karizma
    • Edukomunika ohin
    • Ekolojia
  • Liturjia
    • Tinan A
    • Tinan B
    • Tinan C
  • Vida Sarani
    • Ha’u fiar
    • Na’i-Feto
    • Santu/a no Beatu/a
  • Rekursu
    • Bíblia
      • Testamentu Foun
      • Lectio Divina
      • Aprofundamentu bíbliku
      • Formasaun bíblika
    • Vida Konsagrada
      • Dokumentu Vida Konsagrada
      • Formasaun Vida Konsagrada
    • Kreda
      • Dokumentu Amu-Papa
      • Dokumentu Kreda nian
      • Formasaun litúrjika
      • Katekeze Tinan Fiar nian
    • Dokumentu FMA
      • Dokumentu Propriu Institutu FMA nian
      • Fonte
      • Renovasaun Vitál
    • Formasaun FMA
      • Formasaun Inisiál
      • Formasaun Kontínua
    • Sirkular
    • Orasaun
      • Adorasaun
      • Don Bosco
      • Kuarezma
      • Madre Mazzarello
      • Maria
      • Pentekostes
      • Retiru
      • S. José
      • Sagrado Coração de Jesus
      • Salmu sira
    • Espiritualidade Saleziana
      • Dimensaun Mariana
      • Don Bosco
      • Maria Mazzarello
      • Reitór-Mor
      • Santidade iha Família Saleziana
      • Sistema Preventivu
    • Pastorál Juveníl
      • Animadór 2013
      • Animadór 2014
      • Animadór 2015
      • Enkontru vokasionál
      • Oratóriu
  • Tatoli
  • Galeria
    • Photo
    • Video
    • Audio


Copyright FMATIN © 2025. All Rights Reserved.